Pertama: Tauhid Rububiyah.
Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dlm hal perbuatanNya. Seperti mencipta, memberi rezeki, menghidupkan & mematikan, mendatangkan bahaya, memberi manfaat, & lain-lain nan merupakan perbuatan-perbuatan khusus Allah Subhanahu wa Ta'ala. Seorang muslim haruslah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala tak memiliki sekutu dlm RububiyahNya.
Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dlm hal perbuatanNya. Seperti mencipta, memberi rezeki, menghidupkan & mematikan, mendatangkan bahaya, memberi manfaat, & lain-lain nan merupakan perbuatan-perbuatan khusus Allah Subhanahu wa Ta'ala. Seorang muslim haruslah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala tak memiliki sekutu dlm RububiyahNya.
Kedua: Tauhid Uluhiyah
Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dlm jenis-jenis peribadatan nan telah disyariatkan. Seperti ; shalat, puasa, zakat, haji, do'a, nadzar, sembelihan, berharap, cemas, takut, & sebagainya nan tergolong jenis ibadah. Mengesakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dlm hal-hal tersebut dinamakan Tauhid Uluhiyah ; & tauhid jenis inilah nan dituntut oleh Allah Subhanhu wa Ta'ala dari hamba-hambaNya. Karena tauhid jenis pertama, yaitu Tauhid Rububiyah, setiap orang (termasuk jin) mengakuinya, sekalipun orang-orang musyrik nan Allah Subhanahu wa Ta'ala utus Rasulullah kepada mereka. Mereka mayakini Tauhid Rububiyah ini, sebagaiman tersebut dlm firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dlm jenis-jenis peribadatan nan telah disyariatkan. Seperti ; shalat, puasa, zakat, haji, do'a, nadzar, sembelihan, berharap, cemas, takut, & sebagainya nan tergolong jenis ibadah. Mengesakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dlm hal-hal tersebut dinamakan Tauhid Uluhiyah ; & tauhid jenis inilah nan dituntut oleh Allah Subhanhu wa Ta'ala dari hamba-hambaNya. Karena tauhid jenis pertama, yaitu Tauhid Rububiyah, setiap orang (termasuk jin) mengakuinya, sekalipun orang-orang musyrik nan Allah Subhanahu wa Ta'ala utus Rasulullah kepada mereka. Mereka mayakini Tauhid Rububiyah ini, sebagaiman tersebut dlm firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Artinya ” Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, Siapakah nan menciptakan mereka ? niscaya mereka menjawab Allah. Maka bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)”. [Al-Zukhruf: 87]
Artinya ” Katakanlah, Siapakah nan mempunyai 7 langit & mempunyai Arsy nan besar ? Mereka akan menjawab, Kepunyaan Allah. Katakanlah, Mengapa kamu tak bertaqwa?” [Al-Mu'minun: 86-87]
Masih banyak ayat-ayat nan menunjukkan bahwa orang-orang musyrik meyakini Tauhid Rububiyah. Akan tetapi, sebenarnya nan dituntut dari mereka adalah mengesakan Allah dlm hal ibadah. Jika mereka mengikrarkan Tauhid Rububiyah, maka hendaknya juga mengakui Tauhid Uluhiyah (ibadah). Sungguh, Rasulullah (diutus untuk)menyeru mereka agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Hal ini disebutkan dlm firmanNya Subhanahu wa Ta'ala.
Artinya ” Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), Sembahlah Allah (saja), & jauhilah Thagut, lalu diantara umat-umat itu ada orang-orang nan diberi petunjuk oleh Allah & ada pula orang-orang nan telah dipastikan sesat. Oleh karena itu, berjalanlah kamu di muka bumi & perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang nan mendustakan (para rasul)” [An-Nahl ; 36]
Setiap rasul menyeru manusia agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Adapun Tauhid Rububiyah, karena merupakan fitrah, maka belumlah cukup kalau seseorang hanya meyakini tauhid ini saja.
Ketiga: Tauhid Asma was Sifat
Yaitu menetapkan nama-nama & sifat-saifat utk Allah Subhanahu wa Ta'ala sesuai dgn nan telah ditetapkan oleh Allah utk diriNya maupun nan telah ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ; serta meniadakan kekurangan-kekurangan & aib-aib nan ditiadakan oleh Allah terhadap diriNya, & apa nan ditiadakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Yaitu menetapkan nama-nama & sifat-saifat utk Allah Subhanahu wa Ta'ala sesuai dgn nan telah ditetapkan oleh Allah utk diriNya maupun nan telah ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ; serta meniadakan kekurangan-kekurangan & aib-aib nan ditiadakan oleh Allah terhadap diriNya, & apa nan ditiadakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.